...

Mengucapkan " GONG XI FAT CHOI " Semoga ditahun baru ini dapat menjadi lebih baik....

11 April 2009

Qadha' dan Qodar

Hari ini adalah minggu keempat saya mengalami penyakit batuk..
Rasanya sudah bermacam obat yang diminum, dari Dokter Spesialis dibangko sampai dengan Dokter dirumah sakit Asia Medika di Jambi.
Berdasarkan diagnosa tidak ada masalah dengan paru dll, hanya diberi antibiotik dan pereda batuk saja, sudah habis obatnya sembuhpun belum, memang ada perbaikan batuknya tidak lagi begitu terus-menerus, kalau pada awal2 minggu pertama sampai suarapun hilang.
Maghrib tadi sudah bisa mengimami shalat berjamaah dimasjid, walaupun dengan suara dan ayat yang pendek saja.
Mungkin penyakit ini merupakan jalan Allah untuk menunjukkan kepada mahluknya akan nilai nikmat kesehatan, sehingga merupakan jalan bagi makhluknya untuk dapat bersyukur akan nikmatnya sehat.
Yang pasti penyakit ini adalah takdir yang telah ditetapkan manusia walaupun telah berusaha jika takdir menentukan lain, maka tidak ada jalan lain harus sabar dan pasrah....
F/S:
QS.Al-Hadid:22.
Maka setiap bencana atau penyakit akan menjadi kurnia, setiap ujian menjadi anugerah, dan setiap peristiwa menjadi penghargaan dan pahala.
"Barangsiapa yang oleh Allah dikehendaki menjadi baik maka ia akan diuji oleh-Nya" (Al-hadist).
Karena itu, jangan pernah merasa gunda dan bersedih dikarenakan suatu penyakit, kematian yang semakin dekat, kerugian harta, atau rumah terbakar. Betapapun, sesungguhnya Sang Maha pencipta telah menentukan segala sesuatunya dan takdir telah bicara. Usaha dan upaya dapat sedemikian rupa, tetapi hak untuk menentukan tetap mutlak milik Allah.
Pahala telah tercapai, dan dosa telah terhapus. Maka berbahagialah orang2 yang tertimpa musibah atas kesabaran dan kerelaan mereka terhadap yang Maha Mengambil,Maha Pemberi, Maha Mengekang lagi Maha Lapang.

29 Maret 2009

Buku : Melacak Ideologi Ahmadiyah


Hari ini saya mengantar istri saya belanja ke Melati Mini market di Bangko, iseng-iseng kebagian buku, dipojokan ada buku yang berjudul :
Melacak Ideologi Ahmadiyah, karangan : Dr. Ihsan Ilahi Zhohir.
Diterbitkan oleh : Wacana Ilmiah Press (Solo).
Buku ini adalah terjemahan dari buku aslinya yang berjudul : Al-Qodiyaniyyah:Dirosat wa tahlil, penerbit DArul Imam Al-Mujaddid, Kairo.
Buku ini menerangkan dengan Gamblang mengenai timbulnya Ajaran Ahmadiyah, sejarah hidup pendirinya, kholifah-kholifah penggantinya serta tokoh-tokohnya dan lengkap dengan referensi (hampir 150 Referensi).
Dengan membaca buku ini makin jelas ajaran Ahmadiyah adalah ajaran yang disokong oleh penjajah (Ingris), dan pada saat ini makin jelas juga kenapa bangsa asing dan Non muslim dan sebagian besar umat islam yang disponsori oleh asing (JIL dan antek2nya), sangat menentang pembubaran Ahmadiyah di Indonesia.

13 Februari 2009

Wakil Rakyat

Sejarah juga menunjukkan tidak banyak pemimpin maupun pemerintahan Islam yang berhasil melaksanakan ajaran Rasulullah Saw. Dalam hal keikhlasan dan proses menjadi pemimpin saja, sesungguhnya telah banyak pemimpin-pemimpin Islam yang gagal di tengah jalan. Betapa banyak tokoh kita yang secara ambisius dan terang-terangan meminta jabatan, bahkan jika perlu merebutnya dengan segala cara. Padahal Rasulullah Saw. tidak menyukai hal tersebut.

Pernah, sahabat Abu Dzar Ra, berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa paduka tidak mengangkatku sebagai pejabat?” Mendengar itu Rasulullah menepuk punggungnya seraya bersabda, “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau orang yang lemah, padahal sesungguhnya jabatan itu adalah amanah, yang pada hari kiamat nanti akan memunculkan cela dan penyesalan, kecuali bagi orang yang dapat melak¬sanakan hak amanat itu dan kewajibannya sebagai pejabat, sebagaimana seharusnya.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

Petunjuk Rasulullah tadi bukan hanya dikemukakan kepada Abu Dzar saja, tetapi juga kepada Abdurrahman bin Samurah, “Wahai Abdurrahman! Janganlah kamu meminta pangkat kepemimpinan. Apabila kamu sampai diberi, maka hal itu akan menjadi suatu beban yang berat bagi dirimu. Lain halnya kalau kamu diberi tanpa meminta, maka hal itu tidak menjadi masalah bagimu”. Bahkan kepada Abu Musa dan dua orang keponakannya, Rasulullah kembali menegaskan, “Demi Allah, aku tidak akan memberikan pekerjaan tersebut ke¬pada seorang yang memintanya, apalagi kepada seseorang yang amat loba kepadanya.” (HR. Muslim).
sumber : Mubarok institute
F/s :
Dalam bulan-bulan ini kita seringkali menerima pesan baik SMS, maupun langsung dari para caleg maupun simpatisannya untuk meminta dukungan agar pemilu nanti namanya minta dicontreng. Apalagi dengan keputusan dengan suara terbanyak, masing2 caleg dengan gaya bermacam-macam "mengiklan" dirinya, bahwa dirinya adalah "paling layak" untuk dipilih, jangankan anggota partai yang lain, anggota partainya sendiripun tak usah dipilih selain nama dirinya. Karena pentingnya mencontreng nomor urutnya, maka nomor dan nama temannya separtaipun dihapus...sehingga seolah-olah dari partainya hanya dirinyalah yang patut dipilih...