...

Mengucapkan " GONG XI FAT CHOI " Semoga ditahun baru ini dapat menjadi lebih baik....
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

09 Maret 2010

karena banyaknye kesibukan..sampai malam ini dekde ade nak yang ditulis diblog ini...

14 Februari 2010

Cuti 2010 part.2.

Perjalanan Bangko-Sarolangun-Lubuk Linggau-Lahat-Muara Enim, jalannya lumayan mulus, walaupun ada beberapa kerusakan tetapi tidaklah terlalu mengganggu perjalanan.
Kecepatan mobil dapat dipacu s/d 120-140 km/jam.
Berangkat dari Jelatang/Pamenang Pk.11.30 WIB, mampir makan siang di Sarolangun.
Disarolangun ada masakan palembang, dengan nama restoran Sinar Ogan, Restoran ini menghidangkan masakan khas Sumsel seperti : Pempek, Model, Tekwan,Rujak Mie dan terutama sekali setiap hari ada Pindang Baung. Untuk masakan Pindang agak berbeda, kalau dipalembang Pindang tidak terlalu pedas, tetapi disini pindangnya sangat menusuk lidah.
Setelah makan siang perjalanan dilanjutkan sampai di Muara Enim Pk. 17.30 WIB. Karena kurang enak badan dan dari pagi sudah kerja dan menyetir sendiri diputuskan untuk menginap di Muara Enim, menginap di Wisma Serasan Sekundang.
Setelah Chek in, istirahat dan sholat Maghrib, karena kampung tengah sudah melilit, keluar hotel cari makan malam, setelah berkeliling ada tempat yang agak lega...Pindang Pegagan...
Karena sudah malam menunya sudah nggak lengkap lagi..yang ada tinggal Pindang Tulang..sedangkan Seluang Goreng nggak ada lagi.
Pindangnya terasa juga nikmatnya...walaupun namanya pindang tulang...tulangnya hanya sedikit..masih banyak daging dan tulang rawan....yang kalau digigit kreyup..kreyup..ach nekmat...
Setelah makan pulang kembali kehotel..sholat isyak...langsung tidur..
Pukul 03 WIB terbangun..sampai pagi nggak bisa terpejam...
Pukul 07 Wib sarapan...chek out langsung go.....Baturaja...!!
Perjalanan Muara Enim-Baturaja...jalan semakin sempit dan dikiri kanan jalan rumput dan semak-semak sudah tinggi. Nampak sekali tidak pernah ada perawatan jalan oleh Pemerintah..
Bahkan di lintas Simpang Meo - Baturaja, banyak pohon2 yang tumbang melintang jalan, dibersihkan seadanya oleh pengendara, dipotong seadanya, dan sisa2 ranting masih tetap menutup jalan, kalau tidak hati2 dapat membahayakan pengendara.

Tiba di Baturaja Pk. 10. Wib tiba di Baturaja, tidak melewati kota tetapi langsung masuk jalan lingkar luar desa Batu Kuning-terus keluar diperempatan dekat Jembatan Ogan 2.
Perjalanan langsung diteruskan ke jalan lintas kearah Lubuk Batang-Peninjauan.

Setelah Sukajadi/terusan ada LLAJ sedang melakukan tugas pemeriksaan, hampir saja menabrak pengendara sepeda motor yang tiba2 membelok karena takut kena razia oleh petugas.
Mobil sayapun distop dengan sopan petugas menanyakan STNK. Buku Kir (kenderaan yang dipakai L.200 Strada Double Cabin), semua lengkap dan masih berlaku. Setelah itu menanyakan Surat izin Usaha, saya sampaikan ini mobil Perusahaan Plat Hitam (STNK / DKI Jakarta), sudah 3 tahun dan berkeliling saya pakai untuk dinas di 3 propinsi tidak ada pakai Surat Izin Usaha.
"Baik pak..silahkan bapak jumpa dengan komandan kami"..ujar petugas dengan sopan.
Sayapun menepikan mobil dan menjumpai petugas dirumah penduduk. Dan sambil jalan saya mengambil photo untuk dokumentasi. Eh..para petugas2 pada ribut..Eh. pak Kenapa mhoto2, hayo..hapus photonya....; karena dikelilingi oleh petugas2 yang sikapnya sangar2 saya hapus...
Dihadapan petugas (Kalau tidak salah namanya Suprin.M), saya ditanyakan dari mana, mau kemana dll, setelah basa-basi, disampaikan oleh petugas.
"pak Mobil bapak harus ada Surat Izin Usaha", saya jawab:'pak Mobil ini memang tidak ada Surat tersebut, kalaupun memang harus ada dari kantor pasti akan urus".
"harus karena ini perintah bupati" jawab bapak itu.
" Ok...jadi bagai mana penyelesaiannya " jawab saya.
" Bapak saya tilang atau bagaimana terserah bapak".jawab bapak itu.
" Kalau Tilang bagai mana".
" Bapak hari kamis nanti datang ke pengadilan"..jawab petugas.
" wah pak bagaimana ini, sayakan tidak lama di sini dan kalau datang lagi makan waktu lagi".
" gini aja ", jawab petugas.
" Bapak bayar saja disini uang titipan, bapak bisa langsung berangkat".
karena saya pikir memang peraturan begitu sayapun setuju: " berapa pak biayanya?..
" 75 ribu..situ masukkan kedalam map".
Saya masukkan uang tersebut kedalam map, saya minta tanda terimanya. Tetapi mereka bilang nggak perlu, sayapun tetap ngotot tetapi mereka tetap tidak mau.
Karena saya mengeluarkan uang sipenerima tidak mau memberikan tanda terima, maka saya agak curiga dan menghubungi pak Angga, saya jelaskan kronologisnya.
Menurut pak Angga Mobil Double Cabin STNK a/n Perusahaan Plat hitam, tidak diperlukan Surat Izin Usaha, malahan termasuk Pool Book dan Truck perusahaan tidak ada lagi pengurusan Surat Izin Usaha.

Saya datangi lagi petugas tersebut untuk minta penjelasan lagi, tetapi bapak itu makin marah2 uang yang ada dimap disuruh keluarkan dan bilang kalau tidak senang lapor saja.
Saya bilang kebapak itu " pak kalau memang sesuai dengan peraturan saya nggak masalah, saya minta peraturan tersebut pasal berapa?...Perdanya No. Berapa.
Jawab bapak itu : Kalau mau nomor perdanya tanyakan ke Bagian Hukum..bukan tugas saya..tugas saya hanya untuk menegakkan peraturan".
Wah..wah..daripada semakin runyam saya pergi saja tetapi dengan rasa penasaran.
Apakah benar kalau kita rakyat yang tidak tahu, mau tau harus mencari sendiri...
harusnya tugas pemerintah untuk menjelaskan peraturan2 tersebut, tetapi ditanyakan peraturannya mana kok marah2...

memang dinegara ini bagian2 yang kerjanya aktif cuma aparat bagian mengutif uang rakyat saja.

10 Februari 2010

Cuti part.1 2010

Hari ini 10 Februari 2010, memulai perjalanan cuti, periode 2009/2010 masih ada jatah cuti 22 hari, mengingat saat ini masih bulan kosong dari proyek, dan ada keperluan dikampung makanya diambil pada bulan ini. Cuti udah diajukan sejak bulan Januari, rencana tanggal 8 Februari udah Go..tetapi karena adanya KLB dipabrik Jelatang, terpaksa cuti ditunda sampai dengan selesai Normalisasi keadaan.
Tadinya bp. PC minta mundur 1 minggu lagi, karena kondisi semakin membaik, dan tim dari komisi 3 DPRD yang membidangi lingkungan, tanggapannya begitu baik...jadi ok.lah.

Pagi masih gerimis.....agak siang baru jalan...sehingga bisa nulis disini...

19 Agustus 2009

Perokok Bandel

Ini adalah salah satu postingan yang saya kutip dari http://www.facebook.com/reqs.php#/group.php?gid=108585158696
Mohon maaf jika postingan ini menyinggung perasaan rekan-rekan yang perokok..!!.
Mudah-mudahan dengan memasuki bulan puasa ini kita dapat menahan diri, terutama jangan lagi merokok disembarang tempat.
Terlepas ini adalah memang suatu takdir atau apa, yang pasti salah satu artis nyentrik penganjur perbanyak merokok (beliau bisa menghabiskan 3 bungkus rokok kretek perhari) telah mendahului kita...hwa..hwaa..enak tho..mantap tho..I Luv yu full ha..haa...

Inilah Copy paste dari porstingan tersebut:

ANDA PASTI GEMAS, DONGKOL, DAN GERAM, BILA ADA PEROKOK DENGAN SEENAKNYA MEROKOK DI TEMPAT UMUM, PADAHAL ASAP ROKOK MEREKA DAPAT MENGHANCURKAN KESEHATAN ORANG DI SEKITARNYA TERMASUK IBU HAMIL DAN ANAK-ANAK. KASIHAN, KHAN MEREKA YANG MENJADI PEROKOK PASIF, TIDAK MERASAKAN ENAKNYA MEROKOK TETAPI MENDAPATKAN EFEK SAMPING DAN BAHAYA ASAP ROKOK.

JANGANKAN ADA TANDA DILARANG MEROKOK, BAHKAN ATURAN HUKUM YANG MELARANG ORANG MEROKOK DI TEMPAT UMUMPUN DILANGGARNYA. MEREKA INI TERMASUK KELOMPOK “PEROKOK BANDEL” ATAU “PEROKOK SONTOLOYO”.

APA SAJA CIRI-CIRI “PEROKOK BANDEL” ATAU “PEROKOK SONTOLOYO” INI :

1. PENDIDIKAN DAN PENGETAHUANNYA MASIH RENDAH. Kelompok ini masih bisa dimaklumi, karena keterbatasan pendidikan maka pengetahuan dan sikapnyapun seringkali menimbulkan masalah bagi manusia di sekitarnya. Tetapi harus dimaklumi, terhadap kelompok ini maka semua bagian dari masyarakat harus ikut menyadarkan dan memberikan edukasi

2. PENDIDIKAN TINGGI TETAPI PENGETAHUANNYA BURUK. Meskipun sangat jarang tetapi kelompok ini tetap ada. Kelompok “Pintar Bego” ini mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi cukup memprihatinkan. Meskipun pendidikannya tinggi tetapi buruknya pengetahuan seringkali menimbulkan masalah bagi manusia di sekitarnya. Terhadap kelompok ini maka semua bagian dari masyarakat harus ikut menyadarkannya, dan seharusnya mungkin lebih mudah dibandingkan kelompok pertama

3. PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGETAHUANNYA BAIK, KEPEDULIANNYA KURANG. Kelompok ini lebih sulit untuk dimaklumi. Dengan pendidikan dan pengetahuan yang tinggi maka tidak akan berarti apapun bila sikap kepeduliannya sangat buruk. Biasanya kelompok ini adalah manusia keras kepala, egois, mau menang sendiri, atensi atau kepedulian terhadap orang lain sangat buruk. Biasanya kelompok ini adalah kelompok manusia dengan gangguan perilaku ringan sampai gangguan perilaku berat seperti psikopat yang beresiko untuk selalu melanggar hukum, etika dan moral yang ada dalam masyarakat. Bila dengan tindakan persuasif tidak bisa ditangani maka, kelompok ini harus ditindak secara hukum.

4. PENDIDIKAN DAN KEPEDULIANNYA MASIH RENDAH. Kelompok ini paling sulit untuk dimaklumi. Biasanya kelompok ini selain sulit untuk diberitahu dan diberi edukasi mereka adalah manusia keras kepala, egois, mau menang sendiri, atensi atau kepedulian terhadap orang lain sangat buruk. Biasanya kelompok ini adalah kelompok manusia dengan gangguan perilaku ringan sampai gangguan perilaku berat seperti psikopat dan beresiko untuk selalu melanggar hukum, etika dan moral yang ada dalam masyarakat. Harus dibutuhkan kesabaran yang lebih dalam menangani kelompok ini. Bila dengan tindakan edukasi dan langkah persuasif tidak bisa ditangani maka, kelompok ini harus ditindak secara hukum.

“PESAN BAGI PEROKOK BANDEL” :
Wahai kaum perokok bandel, sadarlah kaum sekalian. Apakah kamu termasuk salah satu dalam kelompok di atas. Bila kamu masuk kelompok yang terparah, maka tindakan hukum adalah jalan akhir yang bisa menyelesaikan pelanggaran yang kamu lakukan.

17 Agustus 2009

Arti sebuah kemerdekaan

Setiap saat akan terjadi perubahan, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. tidak terasa kita telah memasuki bulan Agistus 2009. Bagi bangsa Indonesia bulan tersebut merupakan bulan yang keramat.
Bulan tersebut merupakan bulan kemerdekaan, kita tahu tanggal 17 Agustus 1945 merupakan titik tolak atau tanggal bangkitnya bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia mempunyai kesempatan untuk mengembangkan diri dalam rangka masa depan yang lebih cerah.
Sudah 64 tahun bangsa Indonesia melewati masa-masa perjuangan mengisi kemerdekaan.
Selama itu mungkin banyak hal yang telah kita alami, suka dan duka dan pasang surut.
Usia 64 tahun bukan usia yang mudah, kalau diibaratkan dengan usia manusia, umur tersebut merupakan usia yang sangat dewasa, bahkan boleh dikatakan sudah tua.
Kemerdekaan mempunyai arti tersendiri baik secara fisik maupun spirituil. Pada 1500 tahun yang lalu Nabi SAW pernah mengajarkan kepada seorang sahabat, do'a yang intinya agar kita dapat menjadi orang yang "merdeka" yaitu :
"Allamumma inna na'uzubika minal hammi wal hazn
wa'nauzubika minal ajzi wal kasal
wa'nauzubika minal buhli wal jubni
wa'nauzubika min gholabatiddaini wa qohrirrijaal"
Artinya :
Ya Allah, kami berlindung kepadamu dari rasa gundah dan sedih, kami berlindung dari sikap lemah dan malas, kami berlindung dari sikap kikir dan pengecut. kami berlindung dari hutang dan tekanan orang-orang yang jahat.

Pada hari kemerdekaan ini kita perlu introspeksi diri kita, sudah sejauh mana kita telah merasa merdeka, apakah kita sudah terbebas dari 8 (Delapan) hal yang kita oleh Nabi agar dapat dihindari jauh2 :
Apakah kita sudah terbebas dari rasa "susah " dan "sedih"
Apakah kita sudah terbebas dari rasa "Lemah" dan "malas"
Apakah kita sudah terbebas dari rasa "Kikir" dan "pengecut"
Apaka kita sudah terbebas dari "hutang" dan "tekanan orang jahat"????

Selamat ulang tahun Republik Indonesia.
Dirgahayu....

16 Agustus 2009

Keharmonisan

Ada sebuah penelitian paling mutakhir yang menyebutkan bahwa dalam kehidupan rumah tangga. Pada tahun pertama, istri yang bicara dan suami yang mendengarkan. Tahun kedua, suami yang bicara dan istri yang mendengarkan. Tahun ketiga, suami istri sama-sama bicara dan tetangga yang mendengarkan.

Anda boleh saja meragukan kebenaran penelitian diatas. Namun mari kita buktikan, ketika kita mencintai seseorang maka tampaklah kesempurnaannya, dia begitu anggun, cantik, baik hati, enak diajak ngobrol. Begitu menikah, ketidaksempurnaan terlihat didepan mata, menyebalkan, cerewet dan pelitnya minta ampun. Lantas bagaimana membuat semuanya terlihat indah?

Kuncinya adalah memahami kesempurnaan pasangan hidup kita terletak kepada ketidaksempurnaannya. Seperti pasangan pengantin baru yang sedang menikmati kebersamaannya mereka mendengarkan suara, kuek..kuek...

'Dengar suara itu pasti suara ayam,' kata istri.

'Bukan, itu suara bebek sayang..'jawab suaminya.

'Nggak, aku yakin itu suara ayam,' kata istrinya dengan sewot.

Suaminya dengan perkasanya menjelaskan bahwa suara ayam itu kukuruyuk...sedangkan suara bebek itu kuek..kuek.

Tak lama kemudian terdengar suara, kuek..kuek..! 'Tuh kan suara bebek,' kata suaminya. 'Bukan, itu suara ayam.' kata istrinya dengan menghentakkan kakinya dan wajahnya yang cemberut.

'Kamu ini..jelas-jelas suara bebek dibilang ayam,' suara suaminya terdengar tinggi menahan amarah. Istrinya dengan isak tangis mengatakan, tapi itu kan suara ayam..!'

Sang suami menyadari air mata istrinya yang mengalir sebuah kesalahan dirinya. Dengan ucapan yang lembut suaminya mengatakan, 'Maafkan aku sayang, memang benar itu suara ayam.' Istrinya memeluk dengan mesra suaminya dan terdengar suara 'kuek..kuek' mengiringi perjalanan cinta mereka menikmati indahnya mahligai pernikahannya.

Pesan cerita diatas, siapa sih yang peduli dengan ayam atau bebek? Yang paling penting menjaga keharmonisan didalam rumah tangga. Berapa banyak keluarga yang gagal gara-gara 'ayam atau bebek? Pernikahan jauh lebih penting daripada mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Terkadang kita merasa yakin diri kita benar namun dikemudian hari terbukti bahwa kita yang salah.

13 Februari 2009

Wakil Rakyat

Sejarah juga menunjukkan tidak banyak pemimpin maupun pemerintahan Islam yang berhasil melaksanakan ajaran Rasulullah Saw. Dalam hal keikhlasan dan proses menjadi pemimpin saja, sesungguhnya telah banyak pemimpin-pemimpin Islam yang gagal di tengah jalan. Betapa banyak tokoh kita yang secara ambisius dan terang-terangan meminta jabatan, bahkan jika perlu merebutnya dengan segala cara. Padahal Rasulullah Saw. tidak menyukai hal tersebut.

Pernah, sahabat Abu Dzar Ra, berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa paduka tidak mengangkatku sebagai pejabat?” Mendengar itu Rasulullah menepuk punggungnya seraya bersabda, “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau orang yang lemah, padahal sesungguhnya jabatan itu adalah amanah, yang pada hari kiamat nanti akan memunculkan cela dan penyesalan, kecuali bagi orang yang dapat melak¬sanakan hak amanat itu dan kewajibannya sebagai pejabat, sebagaimana seharusnya.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

Petunjuk Rasulullah tadi bukan hanya dikemukakan kepada Abu Dzar saja, tetapi juga kepada Abdurrahman bin Samurah, “Wahai Abdurrahman! Janganlah kamu meminta pangkat kepemimpinan. Apabila kamu sampai diberi, maka hal itu akan menjadi suatu beban yang berat bagi dirimu. Lain halnya kalau kamu diberi tanpa meminta, maka hal itu tidak menjadi masalah bagimu”. Bahkan kepada Abu Musa dan dua orang keponakannya, Rasulullah kembali menegaskan, “Demi Allah, aku tidak akan memberikan pekerjaan tersebut ke¬pada seorang yang memintanya, apalagi kepada seseorang yang amat loba kepadanya.” (HR. Muslim).
sumber : Mubarok institute
F/s :
Dalam bulan-bulan ini kita seringkali menerima pesan baik SMS, maupun langsung dari para caleg maupun simpatisannya untuk meminta dukungan agar pemilu nanti namanya minta dicontreng. Apalagi dengan keputusan dengan suara terbanyak, masing2 caleg dengan gaya bermacam-macam "mengiklan" dirinya, bahwa dirinya adalah "paling layak" untuk dipilih, jangankan anggota partai yang lain, anggota partainya sendiripun tak usah dipilih selain nama dirinya. Karena pentingnya mencontreng nomor urutnya, maka nomor dan nama temannya separtaipun dihapus...sehingga seolah-olah dari partainya hanya dirinyalah yang patut dipilih...

11 Januari 2009

Jambi via pauh

Perjalanan ke Jambi untuk supervisi test beton, karena sekalian ada 2 kontraktor yang lakukan test, karena belum info ke perwakilan agak terlambat, maka gue langsung utk saksikan ke jambi, dan sekalian mau belanja acessories yang kurang untuk Mess BGDE.
Ini ada beberapa hasil jepretannya:

Photo 1: Orang dusun Simpang Limbur sedang unjuk rasa, mengklaim lahan perkebunan. Ini nampaknya yang demo giliran Ibu-ibunya, mereka membuat kemah dari plastik. Tuntutannya adalah minta pengembalian lahan mereka, yang katanya belum diganti rugi.
Hal ini sudah berulangkali dilakukan tetapi berbeda orangnya tetapi tuntutannya sama, memang masalah tanah dijambi sangat unik, dimana tanah yang sudah dijual oleh orang tuanya, nantinya anaknya,cucu,menantu,keponakan dll akan meminta penggantian lagi dari pembeli. Hal ini banyak sekali terjadi, termasuk pada sopir saya yang membeli tanah dari penduduk asli, harus berulang-ulang menghadapi urusan dengan ahli waris, yang merasa mempunyai hubungan dengan tanah tersebut.

Photo 2 : seorang oknum Dishub/DLLAJ sedang menerima uang ribuan dari Sopir, hal ini yang memperburuk kondisi jalan dari Sarolangun-Jambi (via Pauh), dimana mobil2 ukuran super besar (truck batubara dan Kayu) melintas jalan tersebut, dan pihak yang berwenang membiarkan saja, dengan imbalan uang ribuan....

Photo 3 : Jalan yang ditanam dengan pohon pisang, maklum jalannya seperti kubangan kerbau, ini akibat ulah pejabat yang korup......

30 Desember 2008

Tak Punya NPWP, Bayar Fiskal Rp 2,5 Juta Mulai 1 Januari 2009


Nurul Qomariyah - Detikfinance

Jakarta
- Ditjen Pajak telah menetapkan tarif fiskal bagi yang tak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebesar Rp 2,5 juta untuk setiap orang yang bepergian ke luar negeri dengan menggunakan pesawat udara. Sementara via angkutan laut bagi yang tak memiliki NPWP akan dikenai fiskal Rp 1 juta.

Pembayaran Fiskal Luar Negeri (FLN) itu merupakan pembayaran angsuran Pajak Penghasilan (PPH) yang dapat dikreditkan terhadap PPH yang terutang pada akhir tahun oleh Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) yang bersangkutan setelah memiliki NPWP.

Pengenaan fiskal itu berarti naik 150% dibandingkan fiskal via angkutan udara yang saat ini sebesar Rp 1 juta. Sementara untuk via angkutan laut, fiskal berarti naik 100% dari saat ini sebesar Rp 500 ribu. Namun jumlah ini lebih rendah dari usulan semula sebesar Rp 3 juta untuk angkutan via udara.

Menurut siaran pers dari Ditjen Pajak, Selasa (23/12/2008), ketentuan ini berlaku mulai 1 Januari 2008 untuk WP OP yang berusia 21 tahun. Keputusan ini akan berlaku hingga 31 Desember 2010.

Pengecualian kewajiban membayar FLN bagi WP OP yang bepergian ke luar negeri dilakukan secara otomatif untuk WP OP tertentu dengna cara menerbitkan Surat Keterangan Bebas Fiskal Luar Negeri (SKBFLN).

Pihak-pihak yang secara otomatif bebas fiskal adalah:
  1. WP OP yang berusia kurang dari 21 tahun
  2. Orang asing yang berada di Indonesia kurang dari 183 hari dalam 12 bulan
  3. Pejabat Perwajilan Diplomatik
  4. Pejabat Perwajilan Organisasi Internasional
  5. WNI yang memiliki dokumen resmi penduduk negara lain
  6. Jamaah Haji
  7. Pelintas batas jalan darat
  8. Tenaga Kerja Indonesia dengan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

Yang bebas SKBFLN adalah:
  1. Mahasiswa asing dengan rekomendasi perguruan tinggi.
  2. Orang asing yang melakukan penelitian
  3. Tenaga kerja asing di pulau Batam, Bintan dan Karimun
  4. Penyandang cacat atau orang sakit yang akan berobat ke luar negeri atas biaya organisasi sosial termasuk seorang pendamping
  5. Anggota misi kesenian, kebudayaan, olah raga dan keagamaan
  6. Program pertukaran mahasiswa dan pelajar
  7. Tenaga Kerja Indonesia selain KTKLN.

Bagi WP OP yang bebas fiskal karena memiliki NPWP, maka:
1. Menyerahkan fotokopi kartu NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atau Surat Keterangan Terdaftar Sementara (SKTS), fotokopi paspor dan boarding pass ke petugas Unit Pelaksana Fiskal Luar Negeri (UPFLN).

Jika kartu NPWP atas nama Kepala Keluarga, maka anggota keluarga yang akan berangkat ke luar negeri harus melampirkan fotokopi kartu keluarga.

2. Petugas UPFLN menerima dan meneliti fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS, fotokopi paspor dan boarding pass serta fotokopi kartu keluarga, kemudian menginput NPWP pada aplikasi yang tersedia.

3. Apabila NPWP dinyatakan valid, maka petugas UPFLN menempelkan stiker bebas fiskal pada bagian belakang boarding pass yang ditujukan untuk penumpang.

4. Penumpang menyerahkan boarding pass yang telah ditempel stiker Bebas Fiskal kepada petugas konter pengecekan FLN untuk diteliti.

5. Penumpang tujuan luar negeri tetap wajib membayar FLN jika:
  • Tidak menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS
  • Menyerahkan fotokopi NPWP/SKT/SKTS namun check digit menyatakan tidak valid
  • Menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS yang dimiliki oleh Kepala Keluarga namun tidak melampirkan kartu keluarga atau melampirkan kartu keluarga tetapi nama penumpang tidak tercantum dalam susunan kartu keluarga itu.
F/S :
Intinya bagi rekan-rekan yang mau jalan-jalan murah nguruslah NPWP.
Untuk saya sendiri selama ini belum punya NPWP, baru setelah ada sosialisasi dari kantor pajak (KPP Pratama Bangko) langsung daftar dech, soalnya kalau gak ada NPWP pada tahun 2009 akan dikenakan tarif pph lebih besar 20 % dari tarif Normal.
No NPWP saya adalah : 58.218.724.1-321.000.